Oleh: Rizky Firmansyah, S.Pd
Selama dua minggu, 21–31 Juli 2026, seluruh siswa SMP melaksanakan proyek kokurikuler bertema “STEM for Earth”. Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran lintas disiplin yang mengintegrasikan Mathematics, English, Science, dan Computer dalam satu tema besar, yaitu kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan bumi.
Proyek ini dipimpin dan didampingi oleh Ms. Fitri, Ms. Okta, Mr. Andika, dan Mr. Rizky. Melalui kegiatan yang bersifat praktik dan kolaboratif, siswa tidak hanya mempelajari konsep dari masing-masing mata pelajaran, tetapi juga menghubungkannya dengan berbagai permasalahan nyata di lingkungan sekitar.

Pada bidang Mathematics, siswa mempelajari carbon footprint atau jejak karbon. Mereka mengumpulkan dan mengolah data untuk menghitung serta memahami bagaimana aktivitas sehari-hari dapat memberikan dampak terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa melihat bahwa matematika dapat digunakan untuk memahami permasalahan lingkungan secara lebih terukur.
Pada bidang Science, siswa membuat kincir angin sebagai bentuk eksplorasi mengenai energi terbarukan. Siswa belajar melalui proses merancang, membuat, dan menguji hasil karya mereka, sekaligus memahami bagaimana energi angin dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi alternatif.
Sementara itu, melalui English, siswa mengikuti kegiatan “Eco Art: A Second Life for Packaging”. Siswa mengubah berbagai kemasan bekas menjadi karya kreatif. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berbahasa dan kreativitas, tetapi juga memperkenalkan konsep reuse serta pentingnya mengurangi jumlah sampah.
Pada bidang Computer, siswa mengeksplorasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) melalui proyek robot pemilah sampah. Robot dirancang untuk membantu mengenali dan memilah sampah ke dalam kategori organik, anorganik, dan B2 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Proyek ini memberikan pengalaman kepada siswa dalam melihat bagaimana teknologi dapat dikembangkan untuk membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan.

Belajar dari Perspektif Global
Selain kegiatan lintas mata pelajaran, proyek “STEM for Earth” juga berkolaborasi dengan AIESEC. Siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar bersama international volunteers, yaitu Mr. Christ dari Kongo dan Ms. Nia dari China, yang memberikan materi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan dan diajak memahami bahwa isu lingkungan merupakan bagian dari tantangan global. Interaksi dengan international volunteers juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi nyata serta mengenal perspektif dari negara dan budaya yang berbeda.

Selama dua minggu pelaksanaan, siswa terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari eksplorasi, diskusi, pengumpulan informasi dan data, praktik, pembuatan produk, hingga presentasi. Proses tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan critical thinking, creativity, collaboration, communication, problem solving, dan digital literacy.
Melalui “STEM for Earth”, siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak berdiri sendiri. Matematika, sains, bahasa, dan teknologi dapat saling terhubung untuk memahami permasalahan dan menciptakan solusi. Lebih dari sekadar menghasilkan karya, proyek ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga lingkungan serta membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.











Tulis Komentar
Komentar Terbaru
Nice collaboration guys
Sukses terus Paramount School menciptakan generasi berprestasi
Selalu terus membuat kegiatan dan menciptkan karya karya luar biasa agar anak2 makin berani mengembangkan apa yg ada di dalam diri mereka